PART 2
Minggu pagi aku sudah terbangun tak sabar rasanya untuk berjumpa dengan teman2ku begitu pangun langsung ku ambil handphone ku yang ku telepon mereka hari ini aku berencana pergi dengan nila dan rin tapi sebenarnya kami masih bingung dengan tujuan kami ada yang menyarankan keragunan tapi nampaknya rin merasa kurang setuju, karena kami masih bingung dengan tujuan kami yang pasti kemi memutuskan untuk bertemu dulu baru setelah itu memutuskan akan pergi kemana. Sebelum mandi aku sempat ol sebentar tapi tidak ada temanku yang ol mungkin karena hari minggu jadi banyak yang masih tertidur. Kemudian akupun lekas mandi saja kemudian sarapan aku janji bertemu pukul 09.00 saat itu baru pukul 08.00 tidak lama lagi, kami janjian bertemu di pasar baru. Pasar baru itu tak jauh dari tempatku tinggal paling hanya butuh waktu 20 menit untuk ku sampai disana. Setelah selesai madi, sarapan dan beres – beres akupun berangkat tapi nampaknya yang baru sampai hanya aku saja, tapi tak apalah karma rumahku memang yang paling dekat sedangkan yang lain memang agak jauh, sebenarnya bukan tanp alasan kami memilih bertemu di pasar baru tapi karena aku masih baru di Jakarta kalo kami janjian di tempat yang jauh dari tempatku mereka takut aku malah nyasar. Akhirnya nila orang pertama sampai dan bertemu dengan ku. senang rasanya bisa bertemu dengan teman yang selama ini hanya dari dunia maya. Tapi rin belum juga datang terakher aku telepon dia masih dirumah katanya baru akan berangkat nampaknya aku masih harus lebih lama menunggu, setelah cukup lama menunggu akhernya kami memutuskan untuk pindah tempat bertemu dengan rin, lagipula aku sudah bersama dengan nila jadi tak khawatir lagi takut kesasar, kami janjian bertemu langsung ke tempat tujuan saja di ragunan, tapi aku dan nila masih bingung rute jalan menuju ragunan akhirnya kami memutuskan untuk naik busway saja, dalam perjalanan menuju kesana aku dan nila harus beberapa kali mengganti busway karena nampaknya cukup jauh tetapi saat kami masih di halte busway rin menelepon dan berkata dia naik busway juga kemudian kami pun sepakat bertemu di halte busway, kami janjian di lorong halte busway harmoni saat itu, kemudian setelah menunggu cukup lama akhirnya rin pun datang rin adalah seorang cewe tinggi dengan rambut lurus panjang, dia datang bersama vodka, rin dan vodka memang berpacaran. Setelah bertemu kami bingung memutuskan akan pergi kemana, akhirnya setelah kami berbicara dan berunding kami memutuskan untuk pergi keancol saja.
Dari harmoni kami naik angkot ke arah kota kemudian baru ke ancol karena dari harmoni tidak ada angot yang langsung ke ancol, setibany adi ancol kami bermain2 di tepi pantai foto2 hampir disetiap sudut ancol, senang sekali rasanya bisa berkumpul dinyata walaupun kami cuma berempat waktupun terasa begitu cepat sekali, rasanya kami tidak ingin hari ini cepat berlalu, setelah makan kamipun sempat melihat sunset terlebih dahulu sebelum pulang. Setelah puas berjalan2 dan foto2 kami pun pulang rute pulang kami itu melewati jalan rumahku dulu sekalian mengantarku pulang, dari ancol kami ke kota dan dari kota kamipun naik angkot kearah senen, dari arah kota ke senen aku turun di pasar baru, dan nila berenacana naik bis ke tangerang dari senen, rind an vodka yang mengantar nila sampai naik bis tapi katanya setelah menunggu lama nilapun tak kunjung mendapatkan bis akhernya nilapun memutuskan untuk naik taksi, sedangkan rin masih menunggu bis ke bekasi yang juga tak kunjung datang hingga kemudian vodka mengantar rin kembali kedaerah kota dan disana pun sudah tidak ada bis ke bekasi akhernya vodka mangantar rin sam pai ke pulogadung dari sana baru mereka berpisah rin naik angkot yang kearah bekasi sedangkan vodka kearah pluit. Aku merasa senang sekaligus terharu dengan perjuangan teman2 ku, demi menepati janjinya bertemu dan berjalan2 denganku hingga larut akhirnya mereka malah kesulitan untuk pulang, tapi aku juga merasa beruntung karena bisa bertemu teman2 sebaik mereka. Malam harinya setelah mendapat kabar kalau mereka telah kerumah masing2 aku pun cukup tenang setelah itu aku pun tak kuasa menahan rasa lelah dan ngantuk hingga akirnya aku pun tertidur.
Keesokan harinya aku terbangun dengan tersenyum2 sendiri membayangkan hari kemarin seharian menggila bersama dengan teman2 ku tapi mungkin akan lebih seru lagi kalau saja labih banya teman2 yang bisa ikut tapi toh masih ada lain waktu, mungkin next time aku bisa pergi dengan yang lain juga. Hari ini aku belum ada rencana kan pergi kemana mungkin mau berjalan – jalan sebentar sembari lebih mengenal kota Jakarta, aku pun punya rencana mencari pekerjaan apalagi sambil menunggu kuliah, aku ingin kuliah sambil kerja supaya meringankan beban bapa nantinya. Aku juga sampai saat ini belum memutuskan akan kuliah dimana, bapa pun tak menanyakan apa2 padaku kadang aku merasa sebenarnya bapak masih merasa setengah hati untuk menguliahiku, seperti biasa aku isi waktu senggang ku dengan ol itulah hiburanku saat ini, tapi kadang aku merasa iri dengan teman2ku yang disibukan dengan rutinitasnya entah itu kuliah maupun bekerja, sedangkan aku hanya berdiam diri menunggu entah apa yang sedang ku tunggu. Teman2 ol ku berencana akan pergi ke karawang hari rabu ini, selain itu mami juga mau datang ke Jakarta mami itu panggilan untuk teman miggku devi yang juga berasal dari daerah yang sama denganku, tapi di datang kesini hanya untuk liburan saja mungkin tak lama jadi kami semua ingin memanfaatkan waktu yang ada.
Di karawang ada ada beberapa teman migg kami yaitu ngatijo, juki, kodom, dan yang lainnya meraka itu seperti sesepuh dirum karena mereka adalah orang2 yang paling lama ngerum di curhat di bandingkan yang lain kecuali nila dan vodka tentunya. Sedangkan aku dan rin, kami berdua terhitung anak baru baru hampir kira2 setengah tahunanlah, tapi semua iu tak pernah jadi soal semuanya membaur dan tak membedakan lama atau baru. Sehari sebelum kekerawang yakni haru selasa rin mengajakku bertemu bersama dengan mami juga tapi aku bingung sebenarnya aku juga ingin, akhernya aku coba hubungi mabes teman miggku juga yang dulu sempat dekat dengan ku tapi sayang dia sudah punya pacar sekarang anak migg juga padahal awalnya aku sangat senang bisa pindah ke Jakarta dan bertemu dia lagi tapi mungkin aku memang tidak berjodoh dengannya. Akhirnya aku ke bekasi juga di jemput oleh mabes, tadinya aku piker ini merupakan titik cerah dari hubunganku dengan dia, aku kebekasi tidak hanya berdua mabes saja tapi aku mengajak teman rumahku untuk menemaniku. Kami pun berangkat kebekasi, disana aku bertemu rin dan devi, awalnya kami sangat senang, ngobrol2, makan, tertawa bersama, vodkapun berencana kebekasi supaya besok lebih mudah janjian kekerawangnya karena rencananya kita akan berkumpul dan berangkat bersama kekerawang dari bekasi, tapi vodka detang sore hari setelah pulang kerja. Dekarang yang ada cuma kami berlima yakni aku,devi,rin mabes dn temanku ratih, hingga tiba2 mabes menelepon rina yakni pacarnya mabes yang juga anak migg juga, tak lama kemudian rina pun datang karena memang rumah rina dekat dengan daerah bekasi, begitu melihat rina rasanya tak sanggup ku sembunyikan rasa kecewaku, perasaan kecewa dan tidak suka ku tapi aku hanya bisa diam saja tak hanya rina yang kemudian datang tapi jug ada benkz di juga salah satu teman di migg tapi aku kurang akrab denagnnya. Aku berusaha mengendalikan diri tapi entah kenapa rasanya ku benar2 tak bisa menahanya, tampaknya orang2 disekitarkupun sadar dengan air mukaku, hingga aku merasa tak sanggup dan memutuskan untuk pulang duluan bersama ratih, kemudian rin dan devi mengantarku kedepan dan menungguku hingga naik bis pulang kejakarta, mereka tak berbicara apapun tapi aku merasa mereka tau apa yang aku rasakan mereka hanya tersenyum dan berkata aku harus sabar, kemudian biskupun datang dan aku pulang.
Tampilkan postingan dengan label cerbung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerbung. Tampilkan semua postingan
Jumat, 29 Januari 2010
aku dan maya (cerbung part 1)
Aku dan Maya
PART 1
Namaku Ajeng, Aku seorang gadis manis yang belum lama lulus dari SMA sekarang aku tinggal di daerah jawa timur tepatnya di Blitar. Bapa dan ibuku tinggal dan bekerja di Jakarta sedangkan aku disini tinggal bersama kakak ku. setelah lulus aku bekerja disebuh distro tempat menjual baju2 dan asesoris di sana yang bekerja hampir sebaya dengan ku. ku jalani hidup dengan rutinitas yang lama kelamaan membuat aku merasa jenuh bosan. Seperti kebanyakan remaja lain yang aku masih senang bermain dan dan belajar, aku ingin sekali kuliah, karena aku merasa disitulah tempatku. Tapi tampaknya orang tuaku kurang menginginkanku untuk duduk di bangku kuliah dengan alasan keterbatasan ekonomi keluarga kami, padahal aku adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dan semuanya telah bekerja kadang aku merasa bapa bukan tidak mampu untuk membiayai ku tapi bapa tidak ingin. Kadang2 aku merasa bosan juga rasanya setiap hari hanya rumah dan tempat kerja, untuk menghilangkan rasa jenuh dan bosan aku mulai mengenal dunia maya baik itu facebook atau ataupun aplikasi online chat mig33. di maya aku punya banyak teman dan berasal dari berbagai daerah meskipun hanya mengobrol lewat chat tapi semua itu sangat menghiburku, membuatku tersenyum malah kadang hingga aku tertawa terbahak – bahak, ada yang bilang omline itu seperti candu yang membuat kita merasa kecanduan, tapi dari yang aku denger orang2 di sekitar melihat seperti orang autis, tapi kadang aku jadi merasa lucu sendiri masa iya sih sampai segitunya tapi maybe that’s true. Hampir setiap waktu aku online tapi aku dan teman2 lebih suka menyebutna ol lebih singkat, baik rumah ataupun ditempat kerja, kadang aku merasa bagaikan hidup di dua dunia yang berbeda, tapi semua itu sangat menghiburku. Saking seringnya aku ol aku jadi mempunyai beberapa teman dekat bahkan bukan hanya sekedar chat tapi kami sering telepon2an, senang sekali rasanya punya teman tuk saling berbagi memberiku motivasi mengajariku banyak hal meski hanya dari maya tapi aku merasa bersyukur mungkin suatu saat aku bisa bertemu langsung dengan mereka.
Hari ini entah kenapa mud ku sedang tidak bagus bawaanya pengen marah2 aja, aku merasa jenuh dan ingin kuliah setelah aku pikir2 aku ingin mencoba berbicara lagi dengan bapa mudah2an kali ini hati bapa bisa luluh. Seperti biasa aku mengisi waktu luangku dengan ol sembari bekerja menunggu pelanggan jika ada yang datang, di migg ada banyak rum yang dapat kita kunjungi dan kita bisa chat dengan siapa saja tanpa perlu kita kenal ya seperti yahoo massenger lah, rum yang biasa aku kunjungi adalah rum curhat disana aku sudah mempunyai teman2 akrab aku kurang familiar terhadap nama asli mereka aku sering memanggil mereka dengan nick mereka ada vodka, rin, nila, devi, evie, heni pokoknya banyak banget deh, aku biasa memanggil devi mamy karena dy jauh lebih tua dari ku dy juga berasal dari Blitar, dan aku pernah bertemu dy sekali. Sedangkan yang lain yang lebih tua aku panggil kaka maksudnya biar lebih akrab. aku bercerita kepada mereka tentang keinginanku untuk kuliah dan mereka mendukung keinginanku aku merasa senang mereka mensupportku memberikanku motivasi.
Malam itu aku mencoba menelepon bapa berdiskusi tentang keinginanku untuk melanjutkan kuliah, meskipun aku merasa pesimis tapi aku harus mencoba dan berusaha siapa tau hati bapa luluh. Setelah obrolan panjang kami akhirnya bapak menyetujuiku untuk kuliah di Jakarta begitu senangnya aku hingga loncat2 dan tertawa sendiri, tapi bapa juga bilang aku kuliahnya di tempat yang agak murah saja tapi itu tak jadi masalah yang paling penting aku kuliah dan kuliah di Jakarta itu artinya aku juga bisa bertemu teman2 miggku yang banyak dari mereka tinggal di daerah Jakarta dan sekitarnya, betapa senangnya hatiku malam itu setelah ku tutup telepon aku langsung mengambil handphone ku dan membuka aplikasi migg ga sabar rasa pengen cepet2 ol dan kasih kabar buat semuanya. Malam itu kebetulan banyak dari teman2 yang yang sedang ol juga aku menceritakan tentang rencanaku yang akan kejakarta untuk kuliah, senangnya melihat respon mereka yang juga senang dengan kabar kedatanganku. Dua minggu lagi akhirnya aku bisa kejakarta dan kuliah disana baru membayangkannya saja aku sudah merasa sangat senang.
Hari2 terakhirku di Blitar pun berjalan dengan cepat tapi andai waktu bisa ku putar aku ingin waktu bisa berjalan lebih cepat lagi sudah sangat tidak sabar rasanya. Sambil menunggu keberangkatanku aku masih tetap menjalani aktifitasku bekerja di distro meski waktu yang aku habiskan di sana lebih banyak untuk ol daripada bekerja. Aku share dengan teman2 ol ku meminta bantuan mencari alternatif tempat2 kuliah yang agak murah dijakarta meskipun bukan di universitas, karena setelah aku cari tahu hampir semua universitas di Jakarta itu mahal jauh dari budget yang diberikan bapa. Tapi buatku tak apalah asalkan aku bisa kuliah. Akhernya hari H itu semakin dekat aku berangkat hari kamis sore dengan kereta api. Pagi hari keberangkatanku aku masih ke distro untuk pamitan dan mengambil gaji terakhirku. Setelah itu aku langsung ke stasiun si anter oleh kaka ku, aku berangkat seorang diri kejakarta tapi aku tak merasa kesepian meski harus berada di dalam kereta selama hampir 17 jam karnya ada teman2 online ku yang selalu mememani, beberapa hari sebelum keberangkatanku aku jadi lebih sering telepon2an entah itu mulai dari memastikan keberangkatanku hingga sampai rencana2 yang akan aku lakukan disana bersama mereka. Sepanjang jalan ku isi waktu dengan ol dan telepon, hampir tiap 3 jam sekali mereka menelepon menanyakan aku sudah sampai dimana itu membuatku merasa senang dan tambah ga sabar rasanya ingin segera sampai. Setelah lelah akhirnya ku tertidur ketika bangun ternyata aku hampir sampai aku turun di stasiun senen karena orang tua ku tinggal di daerah pasar baru. Setibanya di stasiun itu hari jumat pagi aku langsung menghubungi teman miggku di Jakarta huaaawa senang rasanya akhirnya aku sampai juga. Dari stasiun senen aku naek bajaj atau yang lebih kerennya taksi India menuju daerah pasar baru. Akhernya aku sampai juga ditempat bapa dan ibu tinggal rumah petak di gang sempit disana tidak hanya ada bapak dan ibu tapi juga ada nenek dan bibiku dan anak2 bibiku yang masih kecil2. ibuku dan bibiku membuka warung ayam bakar gag jauh dari tempat tinggal kami sedangkan bapa supir bajaj. Begitu lelahnya perjalananku hingga begitu sampai dan melihat tempat tidur aku langsung tertidur pulas.
Aku terbangun disore harinya huawaa segar rasanya meski rasa capek duduk di kereta berjam - jam masih terasa tapi rasanya sudah cukup istirahatku rasanya ingin segera mandi biar badan lebih terasa segar. Setelah itu ingin jalan2 sebentar tapi hanya di sekitar daerah rumah saja karena hari sudah hampir malam. Malam harinya aku ol hingga larut merencanakan akan pergi kemana hari minggunya padahal besok masih ada hari sabtu tapi karena ada teman yang bekerja dan kuliah jadi tidak bisa pergi hari sabtu harus menunggu hingga hari minggu padahal rasany aku ingin cepat2 bertemu mereka.
Sabtu pagi seperti rutinitas biasanya bangun tidur yang pertama aku cari adalah hp dan langsung ol menyapa teman2 migg ku mengucapkan selamat pagi dan bersendau gurau. Di Jakarta ini aku akan di temani berjalan2 oleh niy dan rin meski mereka tidak tinggal di Jakarta tapi tempat tinggal mereka tidak jauh dari Jakarta, mereka berdua adalah mahasiswa. Rin mahasiswa fakultas ekonomi di salah satu universitas swasta di Bekasi sedangkan Niy adalah mahasiswa perhotelan di salah satu SMIP terkemuka di kota Tangerang. Setelah ol aq membantu ibu membereskan rumah dan menyiapkan jualan ibu, sekarang di Jakarta sedang ada Jakarta fair dan kebetulan ibu hari ini berjualan disana rencananya nanti sore aku akan ikut ibu berjualan sekalian jalan2 dan melihat2 di Jakarta fair lumayanlah dari pada hanya bengong di rumah aja sebelumnya aku di temani oleh tetangga ku keliling Jakarta melihat tempat2 kuliah karena aku masih bingung mau kuliah dimana. Setelah pulang sehabis muter – muter aku ikut ibu berjualan, sambil ibu berjualan aku jalan2 sendiri saja di dalam Jakarta fair yang saat itu sedang rame2nya di penuhi warga Jakarta termasuk aku ini tapi aku hanya berjalan2 saja dan membeli sebuah t-shit bergambar kodok yang lucu yang rencananya akan ku pakai besok. Begitu lelahnya aku ketika pulang dan sampai rumah aku langsung tertidur mempersiapkan energi dan stamina untuk besok. BERSAMBUNG…
Thanks buat para pembaca penulis minta maav apabila ada kesamaan nama, tokoh, tempat, kejadian dan alur “diangkat dari kisah nyata seorang teman lama”
PART 1
Namaku Ajeng, Aku seorang gadis manis yang belum lama lulus dari SMA sekarang aku tinggal di daerah jawa timur tepatnya di Blitar. Bapa dan ibuku tinggal dan bekerja di Jakarta sedangkan aku disini tinggal bersama kakak ku. setelah lulus aku bekerja disebuh distro tempat menjual baju2 dan asesoris di sana yang bekerja hampir sebaya dengan ku. ku jalani hidup dengan rutinitas yang lama kelamaan membuat aku merasa jenuh bosan. Seperti kebanyakan remaja lain yang aku masih senang bermain dan dan belajar, aku ingin sekali kuliah, karena aku merasa disitulah tempatku. Tapi tampaknya orang tuaku kurang menginginkanku untuk duduk di bangku kuliah dengan alasan keterbatasan ekonomi keluarga kami, padahal aku adalah anak bungsu dari tiga bersaudara dan semuanya telah bekerja kadang aku merasa bapa bukan tidak mampu untuk membiayai ku tapi bapa tidak ingin. Kadang2 aku merasa bosan juga rasanya setiap hari hanya rumah dan tempat kerja, untuk menghilangkan rasa jenuh dan bosan aku mulai mengenal dunia maya baik itu facebook atau ataupun aplikasi online chat mig33. di maya aku punya banyak teman dan berasal dari berbagai daerah meskipun hanya mengobrol lewat chat tapi semua itu sangat menghiburku, membuatku tersenyum malah kadang hingga aku tertawa terbahak – bahak, ada yang bilang omline itu seperti candu yang membuat kita merasa kecanduan, tapi dari yang aku denger orang2 di sekitar melihat seperti orang autis, tapi kadang aku jadi merasa lucu sendiri masa iya sih sampai segitunya tapi maybe that’s true. Hampir setiap waktu aku online tapi aku dan teman2 lebih suka menyebutna ol lebih singkat, baik rumah ataupun ditempat kerja, kadang aku merasa bagaikan hidup di dua dunia yang berbeda, tapi semua itu sangat menghiburku. Saking seringnya aku ol aku jadi mempunyai beberapa teman dekat bahkan bukan hanya sekedar chat tapi kami sering telepon2an, senang sekali rasanya punya teman tuk saling berbagi memberiku motivasi mengajariku banyak hal meski hanya dari maya tapi aku merasa bersyukur mungkin suatu saat aku bisa bertemu langsung dengan mereka.
Hari ini entah kenapa mud ku sedang tidak bagus bawaanya pengen marah2 aja, aku merasa jenuh dan ingin kuliah setelah aku pikir2 aku ingin mencoba berbicara lagi dengan bapa mudah2an kali ini hati bapa bisa luluh. Seperti biasa aku mengisi waktu luangku dengan ol sembari bekerja menunggu pelanggan jika ada yang datang, di migg ada banyak rum yang dapat kita kunjungi dan kita bisa chat dengan siapa saja tanpa perlu kita kenal ya seperti yahoo massenger lah, rum yang biasa aku kunjungi adalah rum curhat disana aku sudah mempunyai teman2 akrab aku kurang familiar terhadap nama asli mereka aku sering memanggil mereka dengan nick mereka ada vodka, rin, nila, devi, evie, heni pokoknya banyak banget deh, aku biasa memanggil devi mamy karena dy jauh lebih tua dari ku dy juga berasal dari Blitar, dan aku pernah bertemu dy sekali. Sedangkan yang lain yang lebih tua aku panggil kaka maksudnya biar lebih akrab. aku bercerita kepada mereka tentang keinginanku untuk kuliah dan mereka mendukung keinginanku aku merasa senang mereka mensupportku memberikanku motivasi.
Malam itu aku mencoba menelepon bapa berdiskusi tentang keinginanku untuk melanjutkan kuliah, meskipun aku merasa pesimis tapi aku harus mencoba dan berusaha siapa tau hati bapa luluh. Setelah obrolan panjang kami akhirnya bapak menyetujuiku untuk kuliah di Jakarta begitu senangnya aku hingga loncat2 dan tertawa sendiri, tapi bapa juga bilang aku kuliahnya di tempat yang agak murah saja tapi itu tak jadi masalah yang paling penting aku kuliah dan kuliah di Jakarta itu artinya aku juga bisa bertemu teman2 miggku yang banyak dari mereka tinggal di daerah Jakarta dan sekitarnya, betapa senangnya hatiku malam itu setelah ku tutup telepon aku langsung mengambil handphone ku dan membuka aplikasi migg ga sabar rasa pengen cepet2 ol dan kasih kabar buat semuanya. Malam itu kebetulan banyak dari teman2 yang yang sedang ol juga aku menceritakan tentang rencanaku yang akan kejakarta untuk kuliah, senangnya melihat respon mereka yang juga senang dengan kabar kedatanganku. Dua minggu lagi akhirnya aku bisa kejakarta dan kuliah disana baru membayangkannya saja aku sudah merasa sangat senang.
Hari2 terakhirku di Blitar pun berjalan dengan cepat tapi andai waktu bisa ku putar aku ingin waktu bisa berjalan lebih cepat lagi sudah sangat tidak sabar rasanya. Sambil menunggu keberangkatanku aku masih tetap menjalani aktifitasku bekerja di distro meski waktu yang aku habiskan di sana lebih banyak untuk ol daripada bekerja. Aku share dengan teman2 ol ku meminta bantuan mencari alternatif tempat2 kuliah yang agak murah dijakarta meskipun bukan di universitas, karena setelah aku cari tahu hampir semua universitas di Jakarta itu mahal jauh dari budget yang diberikan bapa. Tapi buatku tak apalah asalkan aku bisa kuliah. Akhernya hari H itu semakin dekat aku berangkat hari kamis sore dengan kereta api. Pagi hari keberangkatanku aku masih ke distro untuk pamitan dan mengambil gaji terakhirku. Setelah itu aku langsung ke stasiun si anter oleh kaka ku, aku berangkat seorang diri kejakarta tapi aku tak merasa kesepian meski harus berada di dalam kereta selama hampir 17 jam karnya ada teman2 online ku yang selalu mememani, beberapa hari sebelum keberangkatanku aku jadi lebih sering telepon2an entah itu mulai dari memastikan keberangkatanku hingga sampai rencana2 yang akan aku lakukan disana bersama mereka. Sepanjang jalan ku isi waktu dengan ol dan telepon, hampir tiap 3 jam sekali mereka menelepon menanyakan aku sudah sampai dimana itu membuatku merasa senang dan tambah ga sabar rasanya ingin segera sampai. Setelah lelah akhirnya ku tertidur ketika bangun ternyata aku hampir sampai aku turun di stasiun senen karena orang tua ku tinggal di daerah pasar baru. Setibanya di stasiun itu hari jumat pagi aku langsung menghubungi teman miggku di Jakarta huaaawa senang rasanya akhirnya aku sampai juga. Dari stasiun senen aku naek bajaj atau yang lebih kerennya taksi India menuju daerah pasar baru. Akhernya aku sampai juga ditempat bapa dan ibu tinggal rumah petak di gang sempit disana tidak hanya ada bapak dan ibu tapi juga ada nenek dan bibiku dan anak2 bibiku yang masih kecil2. ibuku dan bibiku membuka warung ayam bakar gag jauh dari tempat tinggal kami sedangkan bapa supir bajaj. Begitu lelahnya perjalananku hingga begitu sampai dan melihat tempat tidur aku langsung tertidur pulas.
Aku terbangun disore harinya huawaa segar rasanya meski rasa capek duduk di kereta berjam - jam masih terasa tapi rasanya sudah cukup istirahatku rasanya ingin segera mandi biar badan lebih terasa segar. Setelah itu ingin jalan2 sebentar tapi hanya di sekitar daerah rumah saja karena hari sudah hampir malam. Malam harinya aku ol hingga larut merencanakan akan pergi kemana hari minggunya padahal besok masih ada hari sabtu tapi karena ada teman yang bekerja dan kuliah jadi tidak bisa pergi hari sabtu harus menunggu hingga hari minggu padahal rasany aku ingin cepat2 bertemu mereka.
Sabtu pagi seperti rutinitas biasanya bangun tidur yang pertama aku cari adalah hp dan langsung ol menyapa teman2 migg ku mengucapkan selamat pagi dan bersendau gurau. Di Jakarta ini aku akan di temani berjalan2 oleh niy dan rin meski mereka tidak tinggal di Jakarta tapi tempat tinggal mereka tidak jauh dari Jakarta, mereka berdua adalah mahasiswa. Rin mahasiswa fakultas ekonomi di salah satu universitas swasta di Bekasi sedangkan Niy adalah mahasiswa perhotelan di salah satu SMIP terkemuka di kota Tangerang. Setelah ol aq membantu ibu membereskan rumah dan menyiapkan jualan ibu, sekarang di Jakarta sedang ada Jakarta fair dan kebetulan ibu hari ini berjualan disana rencananya nanti sore aku akan ikut ibu berjualan sekalian jalan2 dan melihat2 di Jakarta fair lumayanlah dari pada hanya bengong di rumah aja sebelumnya aku di temani oleh tetangga ku keliling Jakarta melihat tempat2 kuliah karena aku masih bingung mau kuliah dimana. Setelah pulang sehabis muter – muter aku ikut ibu berjualan, sambil ibu berjualan aku jalan2 sendiri saja di dalam Jakarta fair yang saat itu sedang rame2nya di penuhi warga Jakarta termasuk aku ini tapi aku hanya berjalan2 saja dan membeli sebuah t-shit bergambar kodok yang lucu yang rencananya akan ku pakai besok. Begitu lelahnya aku ketika pulang dan sampai rumah aku langsung tertidur mempersiapkan energi dan stamina untuk besok. BERSAMBUNG…
Thanks buat para pembaca penulis minta maav apabila ada kesamaan nama, tokoh, tempat, kejadian dan alur “diangkat dari kisah nyata seorang teman lama”
Rabu, 13 Januari 2010
aku dan maya (cerbung part.3)
Aku tiba di rumah hari sudah sore saat itu moodku menjadi tidak bagus hari itu rasa marah dan kecewa itu yang aku rasakan tapi aku hanya bisa diam, dirumah ada bapak saat aku pulang, aku ingin membahas kuliahku dengan bapa saat itu tapi suasana hatiku sedang tidak enak aku langsung masuk kekamar membaringkan tubuhku, aku merasa cukup lelah dengan semuanya, ku telelepon rin mengabarkan aku telah sampai dirumah ternyata mereka masih disana berkumpul bersama, hmm aku benar2 tak tahu apa yang aku rasakan. Kemudian tanpa sadar akupun online banyak teman2 yang onlen saat itu hal itu cukup menghiburku meskipun suasana hatiku sedang kurang baik tapi saat chat malah terjadi sedikit salah paham antara aku dengan seorang teman chat padahal niatku hanya bercanda tapi ia malah marah padaku kemudian aku sudahi saja chatku mungkin hari ini memang bukan hari ku aku berbaring sambil memejamkan mata mencoba menenangkan hati dan pikiranku. Tapi tiba2 aku terbangun bapa mengetuk pintu kamarku dan membangunkanku malam itu ada yang ingin di bicarakan bapa padaku, akupun duduk diruang tamu kami disana ada bapa dan ibuku bapa mulai berbicara mengnai rancana kuliahku, tapi tiba2 perasaanku menjadi tak enak, aku mendengarkan bapa terus berbicara hingga akhirnya aku tahu keman arah pembicaraan bapa ini, bapa nampaknya akan membatalkan janjinya padaku untuk menguliahiku, dengan alasan kurangnya biaya padahal sebelumnya kami telah membicarakan ini dan sepakat, bapa bilang malah akan membeli sepeda motor, aku sama sekali tidak mengerti jalan pikiran bapa, apa yang bapa pikirkan, kenapa bapa tega mengingkari janjinya padaku, bapa bilang aku terlalu banyak bermain dan lebih baik aku mencari pekerjaan saja. Aku memang ingin bekerja tapi aku mau sambil kuliah, aku mencoba berbicara kepada bapa, aku memohon tapi nampaknya keputusan bapa telah bulat, aku hanya bisa menangis. Aku memohon kepada ibu untuk berbicara kepada bapa tapi tak banyak yang bisa ibu lakukan dan aku tau itu. Aku berusaha berbicara kepada bapa untuk mempertimbangkanyanya lagi aku benar – benar ingin kuliah, aku ingin maju, aku ingin menjadi orang seperti yang lain yang punya harapan dan cita – cita tinggi dan untuk itu aku harus kuliah.
Aku menangis dan masuk kedalam kamar, hanya itu yang bisa ku lakukan saat itu, aku mencoba menelepon rin dan dan menceritakan kesedihanku, itu membuatku sedikit lebih tenang, rin menengangkanku dan menyuruhku bersabar ia mengatakan semua masih bisa dibicarakan. Aku pun merasa cukup tenang hingga akhirnya akupun tertidur malam itu. Pagi harinya aku bangun, hari ini aku dan teman2 online ku berencana akan mengunjungi salah satu teman kami di daerah kawarang tapi aku tak tau apakah bapak akan mengijinkanku atau tidak, aku taku berbicara dengan bapa. Teman2 yang mau ikut akan berkumpul di bekasi pukul 08.00, karena takut bapak tak memberi ijin aku meminta nila untuk menjemputku dulu dirumah dan meminta ijin kepada bapa, nila tiba dirumahku jam 8 di meminta ijin kepada bapa ku tapi bapa malah mengajak ngobrol dan mengajukan banyak pertanyaan kepada nila, bapa juga meminta ktp nila dan di fotocopy serta meminta no telepon handphone dan rumah nila sebagai jaminan aku pergi dengan nila sesungguhnya aku merasa malu sekali dengan nila, seolah bapa tidak mempercayaiku, namun bapa bilang itu untuk berjaga2 kalau – kalau ada apa2 dengan ku karena aku masih baru dijakarta. Setelah cukup lama bertanya dan akhirnya percaya pada nila, bapa mengijinkanku pergi saat itu pukul sepuluh, aku merasa tidak enak pada teman – teman yang menungguku di bekasi terlebih lagi pada nila, hmm tapi mau bagaimana lagi tak banyak yang bisa aku lakukan, di sepanjang jalan menuju bekasi handphone ku dan nila terus berbunyi menanyakan kami sudah sampai dimana, tapi saat itu jalanan sedang macet, membuatku merasa semakin tak enak. Akhirnya kami tiba dibekasi pukul satu siang, melihat wajah2 teman yang telah menunggu di bekasi sejak pagi membuatku merasa semakin bersalah dan tidak enak, tapi untungnya mereka tak marah padaku dan memaafkanku, dan kamipun berangkat menuju karawang. Perjalanan menuju karawang ternyata cukup jauh kami merasa tak sampai2, entah Cuma perasaanku saja atau karena memang begitu, kami tiba di karawang pada pukul 3, hari sudah sore perut kami pun sangat lapar sepanjang jalan aku dan teman2 sudah mengeluh lapar, untungnya setibanya di tempat teman kami kami langsung disiapkan makan sungguh perjalanan yang panjang tapi mengasyikan, kami ngobrol2 dan foto2 hingga hari mulai gelap karena kebetulan rumah teman kami itu dekat dengan sawah jadi aku dan teman2 sempat berfoto2 dulu disawah kami pun sempat melihat sunset bersama di pematang sawah rasanya begitu menyenangkan, aku hampir tak mau pulang, tapi bapa terus menelepon nila menyuruh kami segera pulang karena handphoneku lowbet. Hari pun mulai gelap tapi kami semua enggan rasanya pulang. Hingga akhirnya mobil charteran yang akan menjemput kamipun datang, tapi saat itu hari sudah cukup malam akhirnya aku dan teman2 yang lain memutuskan untuk menginap di rumah rin, kebetulan besok rin ulang tahun sebelum sampai rumah rin kami mampir dulu ke supermarket membeli makanan dan ayam yang rencananya akan kami bakar di rumah rin sekalian merayakan ulang tahun rin, kami tiba dirumah rin pukul sebelas malam , istirahat sejenak kemudian kami membuat ayam bakar, makan sambil ngobrol2 tak pernah ku bayangkan hal ini sebelumnya tapi aku merasa senang sekali bisa berkumpul dan menghabiskan malam bersama2. meskipun saat itu hanya ada rin, aku, devi,nila,vodka gutrang dan benk tapi aku senang. Kemudian aku pun tidur rin menyuruhku dan nila tidur dikamar tamu, devi tidur dikamar rin sedangkan para cowok tidur di ruang tamu dan tv. Esok harinya aku bangun pagi2 para cowok pulang duluan karena mereka harus bekerja sedangkan yang cewe2 pulang belakangan sebelum pulang aku membuat cv dulu yang rencananya akan aku titipkan kepada nila, aku ingin secepatnya kerja tak ingin terus berdiam diri dirumah juga tak tahu mengenai rencana kuliahku. Rin mengantar kami kedepan jalan hingga menaiki angkot, aku bersama nila menuju Jakarta sedangkan devi kerumah saudaranya yang juga tinggal dibekasi, tapi aku dan nila tak langsung pulang kerumah kami masing2 kami berjalan2 dulu sebentar ke daerah blok m dan makan siang disana barulah setelah itu aku dan nilan pulang kerumah masing2.
Aku menangis dan masuk kedalam kamar, hanya itu yang bisa ku lakukan saat itu, aku mencoba menelepon rin dan dan menceritakan kesedihanku, itu membuatku sedikit lebih tenang, rin menengangkanku dan menyuruhku bersabar ia mengatakan semua masih bisa dibicarakan. Aku pun merasa cukup tenang hingga akhirnya akupun tertidur malam itu. Pagi harinya aku bangun, hari ini aku dan teman2 online ku berencana akan mengunjungi salah satu teman kami di daerah kawarang tapi aku tak tau apakah bapak akan mengijinkanku atau tidak, aku taku berbicara dengan bapa. Teman2 yang mau ikut akan berkumpul di bekasi pukul 08.00, karena takut bapak tak memberi ijin aku meminta nila untuk menjemputku dulu dirumah dan meminta ijin kepada bapa, nila tiba dirumahku jam 8 di meminta ijin kepada bapa ku tapi bapa malah mengajak ngobrol dan mengajukan banyak pertanyaan kepada nila, bapa juga meminta ktp nila dan di fotocopy serta meminta no telepon handphone dan rumah nila sebagai jaminan aku pergi dengan nila sesungguhnya aku merasa malu sekali dengan nila, seolah bapa tidak mempercayaiku, namun bapa bilang itu untuk berjaga2 kalau – kalau ada apa2 dengan ku karena aku masih baru dijakarta. Setelah cukup lama bertanya dan akhirnya percaya pada nila, bapa mengijinkanku pergi saat itu pukul sepuluh, aku merasa tidak enak pada teman – teman yang menungguku di bekasi terlebih lagi pada nila, hmm tapi mau bagaimana lagi tak banyak yang bisa aku lakukan, di sepanjang jalan menuju bekasi handphone ku dan nila terus berbunyi menanyakan kami sudah sampai dimana, tapi saat itu jalanan sedang macet, membuatku merasa semakin tak enak. Akhirnya kami tiba dibekasi pukul satu siang, melihat wajah2 teman yang telah menunggu di bekasi sejak pagi membuatku merasa semakin bersalah dan tidak enak, tapi untungnya mereka tak marah padaku dan memaafkanku, dan kamipun berangkat menuju karawang. Perjalanan menuju karawang ternyata cukup jauh kami merasa tak sampai2, entah Cuma perasaanku saja atau karena memang begitu, kami tiba di karawang pada pukul 3, hari sudah sore perut kami pun sangat lapar sepanjang jalan aku dan teman2 sudah mengeluh lapar, untungnya setibanya di tempat teman kami kami langsung disiapkan makan sungguh perjalanan yang panjang tapi mengasyikan, kami ngobrol2 dan foto2 hingga hari mulai gelap karena kebetulan rumah teman kami itu dekat dengan sawah jadi aku dan teman2 sempat berfoto2 dulu disawah kami pun sempat melihat sunset bersama di pematang sawah rasanya begitu menyenangkan, aku hampir tak mau pulang, tapi bapa terus menelepon nila menyuruh kami segera pulang karena handphoneku lowbet. Hari pun mulai gelap tapi kami semua enggan rasanya pulang. Hingga akhirnya mobil charteran yang akan menjemput kamipun datang, tapi saat itu hari sudah cukup malam akhirnya aku dan teman2 yang lain memutuskan untuk menginap di rumah rin, kebetulan besok rin ulang tahun sebelum sampai rumah rin kami mampir dulu ke supermarket membeli makanan dan ayam yang rencananya akan kami bakar di rumah rin sekalian merayakan ulang tahun rin, kami tiba dirumah rin pukul sebelas malam , istirahat sejenak kemudian kami membuat ayam bakar, makan sambil ngobrol2 tak pernah ku bayangkan hal ini sebelumnya tapi aku merasa senang sekali bisa berkumpul dan menghabiskan malam bersama2. meskipun saat itu hanya ada rin, aku, devi,nila,vodka gutrang dan benk tapi aku senang. Kemudian aku pun tidur rin menyuruhku dan nila tidur dikamar tamu, devi tidur dikamar rin sedangkan para cowok tidur di ruang tamu dan tv. Esok harinya aku bangun pagi2 para cowok pulang duluan karena mereka harus bekerja sedangkan yang cewe2 pulang belakangan sebelum pulang aku membuat cv dulu yang rencananya akan aku titipkan kepada nila, aku ingin secepatnya kerja tak ingin terus berdiam diri dirumah juga tak tahu mengenai rencana kuliahku. Rin mengantar kami kedepan jalan hingga menaiki angkot, aku bersama nila menuju Jakarta sedangkan devi kerumah saudaranya yang juga tinggal dibekasi, tapi aku dan nila tak langsung pulang kerumah kami masing2 kami berjalan2 dulu sebentar ke daerah blok m dan makan siang disana barulah setelah itu aku dan nilan pulang kerumah masing2.
Langganan:
Postingan (Atom)
